Kamis, 25 November 2010

FILM FILM BERNUANSA DRAMA CINTA ROMANTIS

Judul: REMEMBER ME
Sutradara: Allen Coulter
Skenario: Will Fetters
Pemain: Robert Pattinson, Emily de Ravin, Pierce Brosnan



Ternyata Robert Pattinson dan Kristen Stewart menjadi aktor yang sesungguhnya di luar film-fil Twilight Saga (Twilight, New Moon dan Eclipse). Mungkin film Remember Me bukan film terdahsyat di dunia, tetapi paling tidak masih bisa memperlihatkan Pattinson sebetulnya mempunyai kemampuan akting dengan spektrum yang luas.

Film Remember Me dimulai dengan peristiwa tewasnya seorang ibu dalam sebuah peristiwa perampokan di stasiun bawah tanah. Sang gadis kecil yang menjadi saksi kematian ibunya itu adalah Ally yang kemudian kita kenal belasan tahun kemudian sebagai gadis cantik yang menyimpan trauma. Ally (Emilie de Ravin) bertemu dengan Taylor (Robert Pattinson) di kampus. Seorang pemuda tampan, berantakan, yang mengisi hidup dengan komentar sarkastik dan sebungkus rokok. Sarkasme itu berakar dari tingkah ayahnya (Pierce Brosnan) seorang pengacara sukses yang dingin dan berjarak dengan anak-anaknya. Belakangan, perlahan dari hubungan cinta Ally dan Taylor, terungkap bahwa Taylor mempunyai abang lelaki yang bunuh diri, yang membuat keluarganya pecah berantakan.

Film ini sebetulnya mempunyai potensi ledakan yang dahsyat, karena penulis skenario Will Fetters dan sutradara Allen Coulter mencoba memberi latarbelakang setiap karakter yang membangun sosok mereka. Untuk beberapa saat kita mulai yakin bahwa Robert Pattinson yang kita skasikan adalah seorang vampire yang cuma bisa gelisah hanya karena dia tak bisa berhubungan seks dengan kekasihnya. Di sini, dia seorang lelaki yang tengah menggocoh ayahnya. Untuk beberapa saat pula, sosok Taylor sempat merebut simpati penonton karena dia sungguh mencintai adik perempuannya yang tertindas.

Tetapi kompeksitas hubungan Taylor dan Ally—yang tentu saja tak bisa saya ungkap di sini, karena penonton nampaknya selalu gemar kejutan—ditumpuk lagi dengan akhir film yang memaksa diri menggelantung pada sebuah tragedi dunia di New York yang tak akan pernah dilupakan umat manusia. Mengapa, mengapa Allen Coulter harus merasa perlu menambah seluruh tragedi yang sudah begitu beruntun dengan satu gebugan akhir yang dipaksakan?

Bagaimanapun, film ini dan film The Runaways (di mana Kristen Stewart tampil sebagai gitaris rocker Joan Jett) menunjukkan kedua aktor itu sebaiknya cepat-cepat meninggalkan dunia Twilight. Ini penting, agar mereka bisa menunjukkan bahwa seni peran mereka bukan hanya terdiri dari wajah dukalara dan resah gelisah.

(Dari Koran TEMPO Edisi 23 Juli 2010)






Mau nonton trailer  "Remember Me" Klik di sini http://movies.yahoo.com/movie/1810076910/video







Film yang lainnya
 
Cinta Dalam Sehelai Prangko


Judul: DEAR JOHN
Sutradara: Lasse Hallstrom
Skenario: Jamie Linden Berdasarkan novel karya Nicholas Sparks
Pemain: Amanda Seyfried, Channing Tatum, Richard Jenkins



Film yang diangkat dari novel Nicholas Sparks biasanya membuat kita penuh curiga. Kita harus menyediakan sekotak tisyu karena tema Sparks akan melibatkan cinta dan kematian. Film Dear John nampaknya bukan hanya menjual nama Nicholas Sparks, tetapi juga dada six pack Channing Tatum yang dipasang dengan aktris serba bisa yang sedang naik daun Amanda Seyfried (Mamma Mia, Chloe, Letters to Juliette).

Tersebutlah John Tyree, seorang sersan yang bertugas dalam pasukan khusus AS. Film dibuka saat John tengah berjuang meraih hidup ketika peluru menghajar tubuhnya. Dan yang diingatnya saat-saat itu adalah koleksi koin sang Ayah yang bertaburan satu persatu.

Kita kemudian terlempar ke beberapa tahun sebelumnya ketika kali pertama John berkenalan dengan Savannah Lynn Curtis (Amanda Sefried), seorang mahasiswa yang mengisi libur musim semi dengan serangkaian pekerjaan sukarela. Wajah jelita dan hati emas Savannah langsung saja merenggut hati John. Hanya dalam beberapa hari, mereka jatuh cinta. Tapi tunggu dulu. Savannah ingin tahu latar belakang John. Dia ingin berkenalan dengan Ayah John (Richard Jenkins) yang sehari-hari sangat kikuk menghadapi orang, dan lebih tertarik mengurusi koleksi koin nya. Savammah yang biasa mengurus para penderita autistik langsung mengenli tanda-tanda itu; sementara John menyangkal kenyataan itu. Dramapun dimulai.

Perpisahan sejoli dimabuk cinta itu tak terelakkan. Savannah harus kembali ke kampus dan John harus ditugaskan ke tempat di seberang benua yang lokasinya harus dirahasiakan. Tapi mereka berjanji saling bersurat. Maka kita disajikan montase surat menyurat tradisional (oh, betapa rindunya kita melihat tinta pulpen, kertas surat, prangko dan amplop) dan kegiatan Savannah dan John selama perpisahan itu. Namun tragedi 9/11 terjadi. Pasukan John yang seharusnya selesai bertugas dengan heroik mengajukan diri untuk memperpanjang masa tugas di lapangan. Semula John ragu untuk ikut serta karena ia berjanji untuk pulang ke Amerika bertemu dengan kekasihnya. Ternyata, apa boleh buat. Dia pulang dan oh, sang kekasih sudah menikah. John akhirnya menerjunkan diri dalam pasukan khusus heroik itu.

Tentu saja ini bukan akhir dari cerita. Kita kemudian melihat komplikasi hubungan Savannah dengan suaminya (yang dinikahi lebih karena hatinya yang selalu ingin melindungi yang “lemah” dan betapa gampangnya penyelesaian film ini: memberi penyakit kanker pada sang suami) dan kenyataan bahwa Savannah sebetulnya masih sangat mencintai John. Jika kita sudah dengan ikhlas menerima cerita Nicholas Sparks yang selalu penuh sedu sedan, maka problem utama film ini sebetulnya akan pada seni peran Channing Tatum.

Dia seharusnya tampil sebagai tentara yang hemat kata dan membuang semua keresahannya ke dalam tubuhnya. Tetapi Tatum menafsirkan karakter itu dengan kekakuan dan ekspresi tunggal. Memang akhirnya Amanda Seyfried mengatasi adegan-adegan mereka, karena dia memang seorang aktris berbakat. Namun ternyata bintang dalam film ini adalah Richard Jenkins, sang ayah yang menderita autistik, yang sulit untuk berkomunikasi tapi kita bisa rasakan cintanya yang luarbiasa pada puteranya bahkan menembus layar. Dan jika airmata runtuh untuk film ini, justru bukan karena kisah cinta yang tak tergapai, tetapi karena sosok ayah yang mengucapkan cinta melalui keterbatasannya dengan cara yang merobek jiwa.

(Dari Tempointeraktif Edisi 6 Agustus 2010)






Mau nonton Trailer film "Dear John" Klik di sini http://movies.yahoo.com/movie/1810045894/video


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar